BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang masalah
Mengingat pada
hari ini sedang gencar-gencarnya issue mengenai pemanasan global atau yang
kerap disebut dengan global warming. Hal tersebut tentunya selalu menjadi topik
hangat dalam setiap pembicaraan akademik baik di dalam ataupun diluar kampus.
Betapa tidak, hingga hari ini dampak dari adanya peristiwa tersebut sudah mulai
terasa oleh kita. Salah satunya bencana yang terus melanda negeri ini. Banyak
asumsi mengenai tanggapan terhadap hal tersebut. Apakah itu ada hubungannya
dengan global warming yang sekarang sedang marak-maraknya dibicarakan? Ataukah
mungkin ada beberapa faktor lain yang mengindikasikan adanya kejadian tersebut?
Lalu
apakah tanggapan dari berbagai pakar atau ormas-ormas dalam bidang ini? Apakah
mereka peduli? Apa yang mereka atau kita lakukan untuk sedikit mengurangi
dampak yang luar biasa dari efek global warming tersebut? Adakah tindakan
preventifnya yang lebih riil?
Berangkat
dari berbagai wacana tersebut diatas, kami sebagai pemakalah yang memang diberi
kesempatan untuk membahas topik mengenai Green Technology atau yang lebih
familiar disebit dengan teknologi ramah lingkungan ini, menawarkan beberapa
opsi yang tentunya tema tersebut tidak lepas dari peristiwa booming tersebut.
Kemudian
selain dari pada itu, pada makalah ini akan dijelaskan berbagai
pendapat-pendapat dari para pakar mengenai green technology sendiri, disamping
nanti akan diperdalam mengenai proyek green school yang sudah mulai menjamur di
beberapa Negara di dunia.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka kami menemukan berbagai
masalah mengenai green technology, diantaranya:
a. Apakah pengertian, tujuan dan peranan
dari green technology?
b. Apakah dengan kemajuan berbagai teknologi
ini sebanding dengan keadaan alam itu sendiri?
c. Teknologi seperti apa yang seyogyanya
digunakan untuk meminimalisir pemanasan global?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan
dari penulisan makalah ini adalah:
a. Mengetahui pengertian, tujuan serta
peranan dari green technology
b. Mengetahui seberapa pentingnya teknologi
yang sejalan dengan alam
c. Mengetahui beberapa teknologi ramah
lingkungan yang dapat meminimaisir pemanasan global
1.4 Kegunaan Penulisan
Kegunaan
dari pembuatan makalah ini bisa dikatakan untuk saling berbagi mengenai kondisi
bumi kita saat ini seperti apa. Melihat hari ini tingkat kesadaran orang pada
umumnya, terutama mahasiswa itu sendiri, memilki tingkat kesadaran yang
memprihatinkan. Diharapkan setelah presentasi menganai makalah ini, kami sebagai
pemakalah serta teman-teman mahasiswa minimalnya menjadi sadar akan peran kita
sebagai khalifah di muka bumi ini.
1.5 Metodologi Penulisan
a. Studi Literatur
Pada
metodologi ini kami sebagai pemakalah mengambil data dari berbagai sumber
diantaranya dari internet. Dengan mengambil data dari berbagai artikel yang
kami dapatkan mengenai topic yang kami garap, yaitu mengenai green technology.
BAB II
PEMBAHASAN
Satu dekade ini isu yang sedang hangat diperbincangkan
diseluruh belahan bumi adalah isu tentang global warming atau pemanasan global.
Fenomena alam ini telah disadari oleh seluruh umat manusia sebagai dampak dari
aktivitas manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di dalam perut
dan muka bumi. Upaya yang bisa dilakukan oleh manusia hanya menahan laju dampak
dari pemanasan global tersebut, dampak yang terjadi apabila tidak ditahan
lajunya akan berakibat fatal bagi kehidupan manusia di muka bumi. Salah satu
contoh dampak yang secara nyata telah dirasakan oleh manusia akhir-akhir ini adalah
bergesernya waktu pada musim-musim yang terjadi di bumi, musim kemarau dan
musim penghujan tidak dapat diprediksi waktunya, kecenderungan yang terjadi
musim kemarau dan penghujan yang berkepanjangan. Mencairnya es yang berada di
kutub utara, hal ini dibuktikan dengan menurunnya luasan permukaan es yang ada
di kutub utara. Hal ini dapat dapat berdampak pada naiknya permukaan air laut
yang dapat menenggelamkan daratan yang berdekatan dengan lautan. Masih banyak
dampak yang dapat ditimbulkan oleh pemanasan global yang harus disadari oleh
manusia, sebagian kecil dampak yang sudah terjadi saja dapat merubah pola hidup
yang sudah biasa dijalani manusia apalagi dampak yang lebih besar muncul, hal
ini harus segera dicegah. Dari upaya-upaya yang telah dilakukan oleh manusia
munculah konsep Green Technology/ Teknologi Hijau atau dapat disebut juga
Clean Technology/Enviromental Technology. Konsep ini terlahir dari kesadaran
manusia akan kebutuhan sumber daya alam yang ada di bumi secara berkelanjutan,
hal-hal yang berkaitan dengan pengurangan daya dukung bumi termasuk dampak
pemanasan global berusaha dikurangi dengan melakukan upaya dan tindakan yang
lebih ramah lingkungan.
2.1 Definisi
Beberapa definisi tentang Green Technology yang diambil dari
berbagai sumber :
“Teknologi hijau (Greentech) yang
juga dikenal dengan teknologi lingkungan (envirotech) dan teknologi bersih
(cleantech) adalah integrasi antara teknologi modern dan ilmu lingkungan untuk
lebih melestarikan lingkungan global dan sumber daya alam serta untuk
mengurangi dampak negative dari aktifitas manusia di planet bumi”
“Teknologi hijau merupakan salah
satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet
bumi ini. Kelestarian atau keberlanjutan (sustainabilitas) yang dapat diartikan
sebagai perihal pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan dimasa
deoan tanpa merusak sumber daya alam, atau pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa
mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka
sendiri”
“Teknologi lingkungan (envirotech)
atau teknologi hijau (greentech) atau teknologi bersih (cleantech) adalah
aplikasi ilmu lingkungan untuk melestarikan lingkungan alam dan sumber daya
untuk mengekang dampak negatif dari keterlibatan manusia. Pembangunan yang
berkelanjutan adalah inti dari teknologi lingkungan”
“Teknologi hijau (greentech) adalah
pengembangan dan penerapan produk, peralatan dan sistem yang digunakan untuk
melestarikan lingkungan alam dan sumber daya, yang meminimalkan dan mengurangi
dampak negatif dari aktivitas manusia terhadap lingkungan”
Dari beberapa pengertian dari Green Technology yang ada, dapat disimpulkan
bahwa secara garis besar pengertian dari Greentech adalah integrasi antara teknologi modern dan ilmu lingkungan yang
diaplikasikan untuk melestarikan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara
berkelanjutan di masa depan tanpa merubah lingkungan dan sumber daya alam.
2.2 Tujuan
Di masa depan teknologi hijau akan dianggap sebagai tujuan
dari kehidupan manusia karena manusia tidak bisa terus menerus menggunakan
teknologi yang menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan dan setiap
bentuk kehidupan yang bergantung kepada lingkungan. Peran kitalah sebagai
manusia yang senantiasa harus menjaga planet bumi dari kerusakan dan
kehancuran.
Teknologi hijau bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan
cara-cara untuk menyediakan kebutuhan bagi manusia tanpa menyebabkan kerusakan
lingkungan atau pengurangan sumber daya alam yang cepat di planet bumi. Salah
satu contoh alternatif teknologi konvensional yang diterapkan guna
mengaplikasikan konsep teknologi hijau adalah proses pendaur-ulangan
sampah, upaya ini dapat memberikan pengurangan yang signifikan terhadap efek
negatif pada lingkungan yaitu mengurangi jumlah limbah dan polusi yang
dihasilkan dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia.
Konsep penerapan teknologi hijau secara umum memiliki
beberapa tujuan utama yang memilki prioritas untuk dapat diterapkan dalam
kehidupan manusia, yaitu :
a) Keberlangsungan
– Upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara terus menerus di masa depan
tanpa merusak atau menghabiskan sumber daya alam.
b) Pendaur-ulangan
sampah – Upaya untuk mengakhiri siklus barang sekali pakai, dengan menciptakan
produk yang sepenuhnya dapat diperoleh kembali atau digunakan kembali
c) Pengurangan
Sumber Sampah – Upaya untuk mengurangi sumber limbah dan polusi dengan mengubah
pola produksi dan pola konsumsi.
d) Inovasi
– Upaya untuk mengembangkan alternative teknlogi yang ramah lingkungan guna
memenuhi kebutuhan manusia tanpa merusak lingkungan.
e) Viabilitas
– upaya untuk menciptakan suatu pusat kegiatan ekonomi di seluruh bidang
teknologi dan produk yang memberikan keuntungan bagi lingkungan dan menciptakan
peluang usaha baru yang benar-benar melindungi planet bumi dari kerusakan.
f) Edukasi
– Upaya untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya penerapan teknologi hijau
guna mendukung terciptanya daya dukung lingkungan yang berkelanjutan.
Prinsip
utama pada Konsep Green Technology meliputi 3 hal yaitu :
a) Kenyamanan
Sosial
b) Ekonomis
c) Ramah
Lingkungan
2.3 Penerapan
Ragam atau tipe dalam penerapan konsep Green Technology di
dunia didasarkan pada prinsip-prisip utama pada Greentech . Konsep Greentech
diterapkan untuk membantu manusia dari teknologi yang paling sederhana hingga
teknologi yang paling mutakhir untuk mencapai kehidupan yang nyaman, ekonomis
dan ramah lingkungan. Pada dasarnya konsep Greentech yang
diterapkan dalam menciptakan produk adalah untuk meminimalkan bahan baku,
mengefisiensikan proses, dan memaksimalkan output produk tetapi menghasilkan
sampah yang minimal. Hal ini selaras dengan prinsip yang ada di konsep
Greentech.
Penggolongan Greentech dalam berbagai tipe disesuaikan
dengan penerapannya antara lain :
1) Energi
Menekan angka pencemaran karbon ke udara dengan mengurangi
pengunaan bahan bakar energi yang berasal dari fosil. Kita ketahui bersama
sumber energi fosil memiliki potensi yang terbatas dan menghasilkan dampak yang
tidak baik bagi lingkungan yaitu menghasilkan pencemaran karbon, hal ini akan
berdampak buruk bagi bumi apabila tidak diambil tindakan. Penerapan konsep
Greentech adalah untuk mengefisienkan tingkat penggunaan energi, mulai dari
sistem eksplorasi sumber energi, proses pengkonversian sumber tersebut menjadi
energi hingga terbentuknya energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dengan
adanya efisiensi energi diharapkan pencemaran karbon dapat ditekan.
Solusi lain dari konsep Greentech adalah dengan mengganti
sumber energi dari fosil energi menjadi renewable energy atau energi terbarukan
yang lebih potensial, ramah lingkungan dan dapat diperbaharui kembali.
Renewable energy merupakan konsep utama dalam penerapan Greentech di bidang
energi, beberapa contoh Renewable energy antara lain :
a) Waste
to Energy
b) Biomass
Enegy
c) Hydro
Energy
d) Wind
Energy
e) Solar
Energy
f) Geothermal
Energy
Contoh Penerapan di Indonesia :
a) Penggunaan
tenaga air (Hydro power) sebagai sumber energi listrik
b) Penggunaan
tenaga surya (Solar cell power) sebagai sumber listrik
c) Pemanfaatan
biomassa menjadi biofuel untuk bahan bakar (limbah tanaman jarak, tebu, ketela,
jagung)
d) Pemanfaatan
biogas dari limbah organik dan kotoran ternak sebagai pengganti bahan
bakar minyak tanah/kayu bakar
e) Pemanfaatan
biogas sebagai pengerak generator gas untuk pembangkit listrik.
2) Bangunan
Konsep green building atau bangunan ramah lingkungan
didorong menjadi tren dunia bagi pengembangan properti saat ini. Bangunan ramah
lingkungan ini punya kontribusi menahan laju pemanasan global dengan membenahi
iklim mikro. Poin terbesar dalam konsep ini adalah penghematan air dan energi
serta penggunaan energi terbarukan.
Hal-hal yang menyangkut bangunan ramah lingkungan adalah
membangun hanya yang diperlukan dan tidak menggunakan lebih dari yang
diperlukan, menganut prinsip keterkaitan, serta memandang profesi arsitek
sebagai “pengurus bumi” (steward of the earth). Untuk strategi yang dapat
diterapkan antara lain pemanfaatan material berkelanjutan, efisiensi lahan,
keterkaitan dengan ekologi lokal, keterkaitan antara transit dan tempat tinggal,
rekreasi dan bekerja, serta efisiensi penggunaan air, penanganan limbah, dan
mengedepankan kondisi lokal baik secara fisik maupun secara sosial.
Contoh
penerapan konsep design Green Building :
a) Meminimalkan
penggunaan lampu dengan memanfaatkan cahaya alami
b) Meminimalkan
penggunaan mesin pendingin ruangan dan air dengan mengefektifkan design
bangunan
c) Pengelolaan
limbah “closed cycle” untuk gedung tempat tinggal
d) Menyediakan
ruang terbuka hijau untuk tiap bangunan/gedung yang dibangun
e) Penggunaan
material bangunan yang ramah lingkungan dan tahan lama
3) Chemistry
Green Chemistry adalah suatu falsafah atau konsep yang
mendorong desain dari sebuah produk ataupun proses yang mengurangi ataupun
mengeliminir penggunaan dan penghasilan zat-zat (substansi) berbahaya. Green
Chemistry lebih berfokus pada usaha untuk meminimalisir penghasilan zat-zat
berbahaya dan memaksimalkan efisiensi dari penggunaan zat-zat (substansi)
kimia. Sedangkan, Environmental Chemistry lebih menekankan pada fenomena
lingkungan yang telah tercemar oleh substansi-substansi kimia.
Green Chemistry itu sendiri memiliki
12 asas, antara lain
1. Menghindari
penghasilan sampah
2. Desain
bahan kimia dan produk yang aman
3. Desain
sintesis kimia yang tak berbahaya
4. Penggunaan
sumber daya yang dapat diperbaharui (renewable)
5. Penggunaan
katalis
6. Menghindari
bahan kimia yang sifatnya derivatif (chemical derivatives)
7. Desain
sintesis dengan hasil akhir (produk) yang mengandung proporsi maksimum
bahan mentah
8. Penggunaan
pelarut dan kondisi reaksi yang aman
9. Peningkatan
efisiensi energi
10. Desain
bahan kimia dan produk yang dapat terurai
11. Pencegahan
polusi
12. Peminimalan
potensi kecelakaan kerja
Contoh penerapan konsep Green
Chemistry :
a) Vitamin
C (asam askorbat) untuk proses pembuatan polimer
b) Gula
dan minyak sayur sebagai bahan baku cat
c) Gula
pati dan selulosa sebagai bahan bakar
d) Pemakaian
enzim untuk pembuatan bahan dasar kosmetik
e) Kacang
kedelai sebagai Bahan Pembuatan Toner printer
f) Kacang
kedelai sebagai bahan baku pembuatan lem perekat
4) Nanotechnology
Green Nanotechnology merupakan pengembangan dari clean
technology yang merupakan suatu upaya untuk meminimalisasi potensi resiko
kerusakan lingkungan dan manusia yang terkait dengan pembuatan dan penggunaan
produk nanoteknologi serta untuk mendorong penggantian produk yang ada dengan
produk nano baru yang lebih ramah lingkungan.
Tujuan dari Green Nanotechnology ada
dua yaitu :
a) Memproduksi
Nanomaterials dan produk tanpa merugikan lingkungan atau kesehatan manusia, dan
memproduksi nano-produk yang memberikan solusi terhadap masalah lingkungan
hidup.
Contoh :
·
Membran nano dapat membantu produk
terpisah reaksi kimia yang diinginkan dari bahan limbah.
·
Katalis Nanoscale bisa membuat reaksi
kimia yang lebih efisien dan lebih boros.
b) Mengembangkan
produk-produk yang menguntungkan lingkungan baik secara langsung maupun tidak
langsung.
Contoh :
·
Nanomaterials atau produk langsung
dapat membersihkan situs limbah berbahaya, air desalinasi, polutan merawat dan
memonitor polusi lingkungan.
·
Nanocomposites ringan untuk mobil dan
alat transportasi lainnya dapat menghemat bahan bakar dan mengurangi bahan yang
digunakan untuk produksi.
2.4 Penerapan Green Technology di Indonesia untuk
Pengembangan UKM
2.4.1 Penggunaan Mikroorganisme
Lokal (MOL) untuk Menyuburkan Tanaman Pertanian
Penerapan teknologi dari masa lalu
yang kini mulai terlupakan, penyubur tanaman memanfaatkan mikroorganisme lokal
menjadi harapan menuju pertanian ramah lingkungan dan mandiri, bebas dari pupuk
dan obat-obatan kimiawi.
Prinsip Kerja :
Penerapannya yaitu dengan membuat
larutan hasil fermentasi berbagai bahan organik yang sarat dengan
mikroorganisme lokal. Larutan fermentasi tersebut dibuat dengan cara
mencampurkan bahan-bahan organik menjadi satu kemudian ditutup rapat sehingga
proses an-aerob terjadi dan mikroorganisme akan berkembang biak. Bahan organik
yang digunakan beragam, mulai dari buah-buahan busuk, sampah organik rumah
tangga, bonggol pisang, tunas bambu (rebung) sampai urine ternak yang
difermentasi dalam air cucian beras dan air kelapa.
Contoh Larutan Mikroorganisme Lokal
Penyubur Tanaman dan fungsinya
|
Jenis MOL
|
Kegunaan
|
Waktu
Penggunaan
|
|
MOL Buah-buahan
|
Membantu bulir padi lebih berisi
|
Saat malai mulai tumbuh, setelah
umur padi 60 hari
|
|
MOL Daun Cebreng
|
Menungkatkan pertumbuhan daun
|
Umur padi 30 hari sesudah tanam
|
|
MOL Bonggol Pisang
|
Mempercepat proses reaksi kompos
|
Umur padi 10, 20, 30 dan 40 hari
sesudah tanam
|
|
MOL Sayuran
|
Merangsang pertumbuhan malai
|
Umur padi 60 hari sesudah tanam
|
|
MOL Tunas Bambu
|
Meningkatkan pertumbuhan tanaman
|
Umur padi 15 hari sesudah masa
tanam
|
|
MOL Sampah Dapur
|
Memperbaiki kesuburan tanah
|
Disemprotkan ke tanah saat diolah
sebelum ditanami
|
|
MOL Keong Mas
|
Menambah nutrisi tanaman
|
Umur padi 15 hari setelah tanam
|
MOL : Mikroorganisme Lokal
Sumber : (Kompas Cetak, Jumat 6 Mei
2011) (Maman Suherman, Mubiar Purwasasmita dan Karya tulis “Pemberdayaan MOL
sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Petani” oleh Ahmad Syaifudin dan Leny
Mulyani)
Jenis
Mikroorganisme yang ada didalam Larutan MOL : Aspegillus sp., Bacillus sp.,
Lactobacillus sp., Azospirillium sp., Azotobacter sp., Pseudomonas sp.
Manfaat
lain dari penggunaan MOL sebagai pupuk organik :
a) Meningkatkan
hasil pertanian serta meningkatkan nilai hasil panen karena dikelola dengan
pupuk organik yang ramah lingkungan
b) Lebih
murah dalam pembuatannya karena memanfaakan bahan organik yang sudah tidak
digunakan lagi sehingga mengurangi sampah yang dibuang
c) Mengurani
ketergantungan petani terhadap pupuk kimiawi sehingga petani lebih mandiri
dengan penggunaan pupuk organik
d) Produk
hasil pertanian akan lebih aman untuk dikonsumsi karena menggunakan pupuk
organik
e) Pupuk
yang dihasilkan mengandung unsur yang komplek dan mikroba yang berfungsi
menyeimbangkan ekosistem alami tanah
f) Membentuk
rongga-rongga di tanah yang berfungsi sebagai tempat hidup mikroorganisme,
mengalirkan air, dan nutrisi.
2.4.1
Penggunaan Pengawet Alami dalam Mengawetkan Produk Makanan atau Agriculture
Penggunaan pengawet menggunakan
bahan kimia akan sangat membahayakan bagi kesehatan manusia, apalagi bila
digunakan untuk mengawetkan makanan. Salah satu contoh pengawet kimia adalah
formalin/formadehida dan boraks. Formaldehida pada makanan dapat menyebabkan
keracunan pada tubuh manusia, dengan gejala : sakit perut akut disertai
muntah-muntah, mencret berdarah, depresi susunan syaraf dan gangguan peredaran
darah.
Mengkonsumsi boraks dalam makanan
tidak secara langsung berakibat buruk, namun sifatnya terakumulasi (tertimbun)
sedikit-demi sedikit dalam organ hati, otak dan testis. Boraks tidak hanya
diserap melalui pencernaan namun juga dapat diserap melalui kulit. Boraks yang
terserap dalam tubuh dalam jumlah kecil akan dikelurkan melalui air kemih dan
tinja, serta sangat sedikit melalui keringat. Boraks bukan hanya menganggu
enzim-enzim metabolisme tetapi juga menganggu alat reproduksi pria. Boraks yang
dikonsumsi cukup tinggi dapat menyebabkan gejala pusing, muntah, mencret,
kejang perut, kerusakan ginjal, hilang nafsu makan.
Prinsip
Kerja :
Pada dasarnya penggunaan pengawet alam adalah dengan memanfaatkan dan menggali
potensi bahan pengawet dari alam. Hal ini dilakukan untuk menghindari
penggunaan bahan kimiawi sebagai pengawet makanan atau buah-buahan. Solusi
pemanfaatan pengawet alami harus segera digalakkan apabila tidak ingin
menimbulkan masalah kesehatan. Beberapa bahan pengawet alami yang lebih ramah
lingkungan yang bisa dimanfaatkan :
a) Penggunaan
lidah buaya sebagai pengawet makanan segar, buah-buahan dan sayuran
b) Penggunaan
tanaman picung (Pangium edule) atau kluwak sebagai pengawet ikan segar
c) Penggunaan
kulit rajungan yang mengandung chitosan untuk pengawet industri makanan
d) Penggunaan
tanaman Gambir (Uncariae Romulus) untuk pengawet industri makanan
e) Penggunaan
asap cair dari pembakaran serabut kelapa untuk pengawet ikan segar
f) Pemanfaatan
limbah cangkang udang sebagai bahan pengawet kayu
g) Pemanfaatan
eksraktif alam untuk pengawet kayu
Manfaat dari penggunaan pengawet
alami :
a. Mengurangi
dampak buruk bagi kesehatan dari penggunaan bahan pengawet kimiawi
b. Memberdayakan
potensi bahan alam dan limbah organik sebagai bahan pengawet alami
c. Membuka
potensi lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sebagai pemasok bahan
baku
2.4.3 Pembuatan Plastik
Biodegradable yang Ramah Lingkungan
Plastik berbahan polietilen membutuhkan waktu penguraian
yang lama sekali oleh bumi. Hal tersebut akan mengancam kesuburan tanah, karena
dengan adanya plastik dari polietilen mikroba tanah akan kesulitan mengurai
tanah menjadi subur. Penggunaan plastik berulang-ulang dan pendaur ulangan juga
bukan merupakan solusi yang terbaik dalam menekan angka pengunaaan plastik.
Karena plastik daur ulang yang biasanya berwarna hitam mengandung karsinogen
yang dapat membahayakan kesehatan manusia apabila digunakan sebagai pembungkus
makanan. Untuk itu perlu dicarikan solusi dengan mencari bahan pembuat plastik
yang ramah lingkungan yaitu membuat plastik yang lebih cepat dan mudah terurai.
Plastik yang ramah lingkungan adalah plastik yang dibuat
dari bahan alam yang mudah terbaharukan atau bahan yang tidak berbahaya dan
proses terurainya lebih cepat serta lebih mudah. Penemuan terbaru plastik ramah
lingkungan dapat dibuat dari bahan yang mengandung poli asam laktat (PLA). Poli asam laktat menjadi kandidat
yang menjanjikan, karena PLA dapat diproduksi dari bahan alam terbarui seperti
pati-patian dan selulosa melalui fermentasi asam laktat. Berbagai bahan
alam yang digunakan untuk membuat plastik ramah lingkungan :
a) Bioplastik
dari PHA (Poly Hydroxy Alkanoat) yang dihasilkan Ralstonia euthropa
b) Biobag,
plastik yang dihasilkan dari mates bi (kulit jagung)
c) Plastik
ramah lingkungan yang dihasilkan dari limbah minyak kelapa sawit
d) Plastik biodegradable yang dihasilkan dari
pati singkong dan chitosan
e) Plastik
ramah lingkungan berbahan bonggol tanaman pisang
f) Plastik
ramah lingkungan berbahan lidah buaya
Dalam proses pembuatan plastik dari
bahan-bahan diatas biasanya dicampurkan bahan seperti kitosan dan gliserol.
Kitosan mengandung protein untuk memperkuat sifat mekanika atau
kekuatan plastik. Gliserol sebagai plasticizer yang ramah
lingkungan untuk memberikan kelenturan atau elastistisitas pada plastik
Manfaat pembuatan plastik
biodegradable :
a) Mempercepat
proses penguraian plastik oleh tanah
b) Mengurangi
pembuatan plastik berbahan polietilen
c) Memberdayakan
potensi bahan alam yang ramah lingkungan sebagai bahan pembuat plastik
d) Membuka
potensi lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sebagai penyedia bahan baku
proses
2.4.4
Pemanfaatan Limbah Industri Biomassa sebagai Sumber Energi Alternatif dan Bahan
Bermanfaat
Indonesia memiliki potensi besar dalam industri biomassa
yang sampai saat ini masih skala kecil yang dimanfaatkan. Selain potensi
pemanfaatannya, industri biomassa juga memiliki potensi limbah yang besar yang
masih bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi alternatif pengganti BBM dan
bahan berguna lainnya. Industri yang bergerak di bidang biomassa antara lain
pertanian, perkebunan, peternakan dan kehutanan. Beberapa contoh limbah
industri biomassa yang dapat dimanfaatkan kembali :
a) Pemanfaatan
limbah serbuk gergaji sebagai briket bioarang
b) Pemanfaatan
limbah padat dan lindi hitam industri pulp sebagai bahan biobriket
c) Pemanfaatan
limbah padat tebu pada industri gula sebagai briket arang
d) Pemanfaatan
bonggol jagung menjadi tepung sebagai media tumbuh jamur
e) Pemanfaatan
limbah padat tebu sebagai papan partikel
f) Pemanfaatan
serbuk gergaji sebagai media tumbuh jamur
g) Pemanfaatan
sekam padi sebagai bahan baku pada industri kimia dan bahan bangunan
Manfaat dari pemanfaatan limbah
industri biomassa :
a. Menerapkan
konsep zero waste dalam pengelolaan industri
b. Menciptakan
sumber energi alternatif pengganti BBM
c. Menciptakan
peluang lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan
uraian di atas, maka kami dapat menyimpulkan bahwasannya pengertian dari Green
Technology adalah integrasi antara teknologi modern
dan ilmu lingkungan yang diaplikasikan untuk melestarikan pemenuhan kebutuhan
masyarakat secara berkelanjutan di masa depan tanpa merubah lingkungan dan
sumber daya alam.
Green technology
memiliki beberapa tujuan yang diprioritaskan untuk kehidupan manusia yaitu
untuk keberlangsungan, pendaur-ulangan sampah, pengurangan sumber sampah,
inovasi, viabilitas, dan edukasi. Kemudian prinsip utama konsep green
technology ini adalah kenyamanan social, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Penggolongan Greentech dalam berbagai tipe disesuaikan
dengan penerapannya antara lain, energy, bangunan, chemistry, nanotechnology,
3.2 Saran
Alhamdulillah
meski banyak kendala dalam pengerjaan makalah ini, namun dengan berbagai usaha
yang optimal yang kami lakukan, akhirnya rampung juga. Namun seperti kata
pepatah, taka da gading yang tak retak,
berangkat dari sana kami selaku pemakalah menyampaikan terima kasih bila ada
kritikan atau saran dari pembaca sekalian. Wallahu a’lam.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar